Rabu, 13 Maret 2013

Tour Pacitan Bersama Teman-Teman 5E


Hai-hai semuanya,, ^_^. Lama banget gak posting blog nih, akibat kuliah dan banyak tugas,, semoga enggak berjamur ya,, #emangnya roti basi

            Kali ini kita berbagi pengalaman aja ya tentang liburan kuliah aku kemarin, ada yang tau kemana?? Tentu saja ke pacitan,, kan ada judulnya wid,, hahaha,, #agak kurang. Siapa tau ini bisa buat referensi liburan kalian dan kenangan saat udah lulus nanti.

            Oke langsung aja ya, tepatnya tanggal 26 Januari kemarin. Sebenarnya latar belakang dari tour iniakibat semester 5 yang penuh tugas dan beban pikiran, akhirnya dosen wali dan teman-teman sekelas berinisiatif mengadakannya. Setelah berdiskusi ternyata dosen wali kamiBu Kristy atau Kristy Chibi (panggilan akbrab temen2 XP) malah gk mau ikut kalo ke Pacitan (masa bodohlah), “CAUSE SHOW MUST GO ON,,” #cie, pake bahasa Inggris,,

            Pagi hari tanggal 26 Januari panitia pembawa logistik (termasuk saya) menunggu bis didekat makam pahlawan Jln. Kusumanegara, namanya jam Indonesia pasti molor,, setelah beberapa jam bis pun datang, logistik masuk ke dalam bis lalu mencari kursi yang kosong, dapatlah 1 kursi di pojok  belakang sendiri #rejeki gak kemana. Sebenarnya saya agak alergi naik bis alias mabukan, apalagi kalo jalanya naik turun gunung. Kalo suruh milih mending naik motor Jawa-Bali panas-panasan.

            Bis pun berangkat,, \(^o^)/karena Pacitan itu di Jawa timur maka rutenya melewati pegunungan Gunung Kidul, huah,, (dalam batin berkata:”mabuk kagak nanti”). Dalam perjalanan kami hanya bernyanyi diiringi permainan gitar dari temen saya, sambil sesekali melihat pemandangan diluar untuk menghilangkan kebosanan dalam perjalanan, berbagai macam lagu dinyanyikan dari dangdut, pop, rock, Sampai J-pop lagunya YUI pun dinyaiin, haha,,
(yang bawa gitar: bang tomcat)

            Dengan rute yang cukup ekstrem, dan cuaca yang sedikit gerimis. Kurang lebih 3-4 jam perjalanan akhirnya sampai di obyek wisata pertama yaitu “Gua Gong”. Gua Gong terletak di daerah perbukitan, di desa Bomo, Kecamatan Punung, Pacitan. Nama “Gua Gong” berasal dari suara seperti gong yang di tabuh dalam irama musik Jaranan, yang berasal dari gua. Oke setelah turun dari bis kami masih harus jalan kaki naik keatas untuk menuju Gua “ya, anggep aje olahraga wid”.
(jalan mundur coy,,)
(minggir,, ada polisi,,) 

            Harga tiket masuk Gua Gong sebesar Rp 7.500. sebelum masuk gua terdapat banyak ibu-ibu yang dengan ramah menyewakan senter dengan harga Rp 3000, walaupun didalam juga ada lampu sih,, tipsnya ya bisa bawa senter dari rumah dan lebih baik pake sandal aja, karena didalam kan becek, gak ada ojek pula,, hehe,, #emangnya cinta laura.

(Foto didepan gua dulu)
            Gua Gong memiliki kedalaman sekitar 256 myang dihiasi oleh banyak sekali stalagtit (batuan kapur yang menggantung dilangit gua) dan stalagmit (batuan kapur yang berada dilantai gua) yang keren deh pokoknya, serta mempunyai 5 buah sendang, yaitu Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, sendang Kamulyan, dan sendang Ralung Nisto yang konon memiliki nilai magis untuk menyembuhkan penyakit, “tau deh bener apa kagak,,”Didalam Gua juga terdapat beberapa kipas angin berukuran besar “baling2 bambu doraemon aje lewat,,” sebagai pengatur sirkulasi udara, sehingga udara dalam gua tidak pengap dan panas, kalo misalnya capek bisa istirahat dan ngadem dulu dideket kipas, hehe,, liat gambar stalagtit sama stalagmitnya,, keren kan,,







            Setelah dari Gua Gong, perjalanan pun berlanjut ke pantai Teleng Ria, waktu yang ditempuh sekitar 1 jam-an kalo gak salah, dengan rute meliak-liuk pegunungan ala-ala sirkuit drift gitu, (@_@) haha,, setelah sampai kami makan siang dulu dengan “Bento” (wuih makanan jepang nih,,) tapi bento khas Indonesia ya, alias nasi kotak cuy,, haha.

            Oke setelah kenyang dan istirahat sebentar, kami langsung capcuy ke pantai,, kesan awal liat ini pantai sih bagus juga, pasirnya putih lempung gitu dan lembut, terus lingkungan sekitarnya agak kotor karena sampah berserakan, mungkin karena disini ada tempat pelelangan ikan dan banyak perahu nelayan, bagi yang mau makan seafood bisa kok, disini banyak warung yang menyediakannya. Selain itu juga terdapat banyak fasilitas lainnya seperti live music atau bisa juga karaokean FREE asal beli makan ama minum ditempat itu aja haha,,. Ini foto-foto pada main pasir,,

(pakdhe dan ponakan,, hehe,,)



 (foto bareng)

 (kasian,, masa "kiko" dianiaya,, haha,,)


(main bola pantai nih,,)
            Oh, iya ombak di pantai ini enggak terlalu besar, walaupun termasuk wilayah pantai selatan, karena pantai ini berbentuk huruf U atau cekung,jadi pantainya enggak langsung menuju laut lepas jadi kalo buat berenang atau main air tetep aman. Yang lebih keren lagi pantai ini juga dikelilingi oleh pegunungan Limo. By the way busway, kalo kalian suka pantai yang masih asli, sepi dan untuk fotografi, menurutku masih bagus pantai-pantai di Gunung Kidul sih,hehe,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar