Hai-hai
semuanya,, ^_^. Lama banget gak posting blog nih, akibat kuliah dan banyak
tugas,, semoga enggak berjamur ya,, #emangnya roti basi
Kali ini kita berbagi pengalaman aja
ya tentang liburan kuliah aku kemarin, ada yang tau kemana?? Tentu saja ke pacitan,,
kan ada judulnya wid,, hahaha,, #agak kurang. Siapa tau ini bisa buat referensi
liburan kalian dan kenangan saat udah lulus nanti.
Oke langsung aja ya, tepatnya
tanggal 26 Januari kemarin. Sebenarnya latar belakang dari tour iniakibat
semester 5 yang penuh tugas dan beban pikiran, akhirnya dosen wali dan
teman-teman sekelas berinisiatif mengadakannya. Setelah berdiskusi ternyata
dosen wali kamiBu Kristy atau Kristy Chibi (panggilan akbrab temen2 XP) malah
gk mau ikut kalo ke Pacitan (masa bodohlah), “CAUSE SHOW MUST GO ON,,” #cie,
pake bahasa Inggris,,
Pagi hari tanggal 26 Januari panitia
pembawa logistik (termasuk saya) menunggu bis didekat makam pahlawan Jln.
Kusumanegara, namanya jam Indonesia pasti molor,, setelah beberapa jam bis pun
datang, logistik masuk ke dalam bis lalu mencari kursi yang kosong, dapatlah 1
kursi di pojok belakang sendiri #rejeki
gak kemana. Sebenarnya saya agak alergi naik bis alias mabukan, apalagi kalo
jalanya naik turun gunung. Kalo suruh milih mending naik motor Jawa-Bali
panas-panasan.
Bis pun berangkat,, \(^o^)/karena
Pacitan itu di Jawa timur maka rutenya melewati pegunungan Gunung Kidul, huah,,
(dalam batin berkata:”mabuk kagak nanti”). Dalam perjalanan kami hanya
bernyanyi diiringi permainan gitar dari temen saya, sambil sesekali melihat
pemandangan diluar untuk menghilangkan kebosanan dalam perjalanan, berbagai
macam lagu dinyanyikan dari dangdut, pop, rock, Sampai J-pop lagunya YUI pun
dinyaiin, haha,,
(yang bawa gitar: bang tomcat)
Dengan rute yang cukup ekstrem, dan
cuaca yang sedikit gerimis. Kurang lebih 3-4 jam perjalanan akhirnya sampai di
obyek wisata pertama yaitu “Gua Gong”.
Gua Gong terletak di daerah perbukitan,
di desa Bomo, Kecamatan Punung, Pacitan. Nama “Gua Gong” berasal dari suara
seperti gong yang di tabuh dalam irama musik Jaranan, yang berasal dari gua.
Oke setelah turun dari bis kami masih harus jalan kaki naik keatas untuk menuju
Gua “ya, anggep aje olahraga wid”.
(jalan mundur coy,,)
(minggir,, ada polisi,,)
Harga
tiket masuk Gua Gong sebesar Rp 7.500. sebelum masuk gua terdapat banyak
ibu-ibu yang dengan ramah menyewakan
senter dengan harga Rp 3000, walaupun didalam juga ada lampu sih,, tipsnya
ya bisa bawa senter dari rumah dan lebih baik pake sandal aja, karena didalam
kan becek, gak ada ojek pula,, hehe,, #emangnya cinta laura.
(Foto didepan gua dulu)
Gua Gong memiliki kedalaman sekitar 256 myang dihiasi
oleh banyak sekali stalagtit
(batuan kapur yang menggantung dilangit gua) dan stalagmit (batuan kapur yang
berada dilantai gua) yang keren deh pokoknya, serta mempunyai 5 buah sendang, yaitu Sendang Jampi Rogo,
Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, sendang Kamulyan, dan sendang Ralung
Nisto yang konon memiliki nilai magis untuk menyembuhkan penyakit, “tau deh
bener apa kagak,,”Didalam Gua juga terdapat beberapa kipas angin berukuran
besar “baling2 bambu doraemon aje lewat,,” sebagai pengatur sirkulasi udara,
sehingga udara dalam gua tidak pengap dan panas, kalo misalnya capek bisa
istirahat dan ngadem dulu dideket kipas, hehe,, liat gambar stalagtit sama stalagmitnya,, keren kan,,
Setelah dari Gua Gong, perjalanan
pun berlanjut ke pantai Teleng Ria, waktu yang ditempuh sekitar 1 jam-an kalo
gak salah, dengan rute meliak-liuk pegunungan ala-ala sirkuit drift gitu, (@_@)
haha,, setelah sampai kami makan siang dulu dengan “Bento” (wuih makanan jepang nih,,) tapi bento khas Indonesia ya, alias
nasi kotak cuy,, haha.
Oke setelah kenyang dan istirahat
sebentar, kami langsung capcuy ke pantai,, kesan awal liat ini pantai sih bagus
juga, pasirnya putih lempung gitu dan lembut, terus lingkungan sekitarnya agak
kotor karena sampah berserakan, mungkin karena disini ada tempat pelelangan
ikan dan banyak perahu nelayan, bagi yang mau makan seafood bisa kok, disini
banyak warung yang menyediakannya. Selain itu juga terdapat banyak fasilitas
lainnya seperti live music atau bisa juga karaokean FREE asal beli makan ama
minum ditempat itu aja haha,,. Ini foto-foto pada main pasir,,
(pakdhe dan ponakan,, hehe,,)
(foto bareng)
(kasian,, masa "kiko" dianiaya,, haha,,)
(main bola pantai nih,,)
Oh, iya ombak di pantai ini enggak
terlalu besar, walaupun termasuk wilayah pantai selatan, karena pantai ini
berbentuk huruf U atau cekung,jadi pantainya enggak langsung menuju laut lepas
jadi kalo buat berenang atau main air tetep aman. Yang lebih keren lagi pantai
ini juga dikelilingi oleh pegunungan Limo. By the way busway, kalo kalian suka
pantai yang masih asli, sepi dan untuk fotografi, menurutku masih bagus
pantai-pantai di Gunung Kidul sih,hehe,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar